Langsung ke konten utama

TAJWID

Protonica Tv Dan Computer

Help Manage Your Television and Computer

Tajwid Hukum Bacaan Nun Mati Idhar, Idgham, Ikhfa dan iqlab

A. Hukum bacaan nun mati (نْ ) atau tanwin ( ً ٍ ٌ)

Nun mati/tanwin apabila bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah hukum bacaannya ada empat macam, yaitu: Idhhar, idgham, iqlab dan ikhfa.

1. Idhar ( إظْهَارٌ )

Idhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati/tanwin (/ نْ ً ٍ ٌ ) bertemu dengan salah satu huruf halqi hukum bacaannya disebut idhar.

Huruf-huruf halqi itu ada enam yaitu: ا ح خ ع غ ھ

Contoh bacaan idhar:

NoHurufNun mati (نْ)Tanwin (ً ٍ ٌ )1
ا
مَنْ أمَنَ
  رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ2
ح
عَنْ حَرَامِكَ
نَارٌ حَامٍيَةٌ3

خ

مَنْ خَشِيَ

ذَرَّةٍ خَبٍيْرٌ4

ع

مِنْ عِلْمٍ

سَمٍيْعٌ عَلٍيْمٌ5

غ

مِنْ غِلٍّ

اَجْرٌ غَيْرُ6

ھ

مِنْ هَادٍ

جُرُفٍ هَارٍ

2. Idgham ( اِدْغَامٌ )

Idgham artinya memasukkan atau melebur. Apabila nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf dari huruf ي ن م و ل ر maka wajib dibaca idgham, cara membacanya seolah mentasydidkan nun mati/tanwin (نْ / ً ٍ ٌ ) ke dalam huruf hidup sesudahnya. Sehingga bunyi nun mati atau tawin tidak terdengar sama sekali.

Idgham terbagi menjadi dua macam, yaitu: idgham bighunnah dan idgham bila ghunnah.

a. Idgham bighunnah ( اِدْغَامٌ بِغُنَّةٍ )

Idgham bighunnah artinya memasukkan atau melebur dengan dengung (ghunnah) yaitu bila nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf idgham bighunnah yang empat yaitu:

Hukum bacaannya wajib dibaca berdengung (bighunnah) dengan meleburkan suara nun mati/tanwin ke dalam huruf yang ada di depannya.

Contoh bacaan idgham bighunnah:

noHurufNun mati (نْ)Tanwin ( ً ٍ ٌ )

1

ي

مَنْ يَقُوْلُ

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ

2

ن

مِنْ نِعْمَةِ

حِكْمَةٍ نَافِعَةٍ

3

م

مِنْ مَسَدٍ

عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

4

و

مِنْ وَرَاءِهِمْ

خَيْرٌ وَاَبْقَى

Ketentuan bacaan idgham bighunnah tidak berlaku lagi jika nun mati berada dalam satu kata. Hukum bacannya wajib dibaca idhar atau bunyi nun mati/tanwin dibaca jelas.

Contoh : قِنْوَانٌ ـ صِنْوَانٌ ـ دُنْيَا ـ بُنْيَانٌ

b. Idgham bilaghunnah ( اِدْغَامٌ بِلاَ غُنَّةٍ)

Idgham bilaghunnah artinya memasukkan atau melebur tanpa berdengung. Apabila nun mati atau tnwin bertemu dengan salah atu huruf idgham bilaghunnah yaitu ل ـ ر

Hukum bacaannya tidak boleh berdengung tetapi wajib melebur nun mati/tanwin ke dalam huruf sesudahnya.

Contoh bacaan idgham bilaghunnah:

No

HurufNun mati (نْ)Tanwin ( ً ٍ ٌ )1

ل

مِنْ لَدُنْكَ

هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ2

ر

مِنْ رَبِّكَ

خَيْرٌ رَازِقِيْنَ

3. Iqlab ( اقلاب )

Iqlab artinya membalik atau mengganti. Apabila nun mati/tanwin bertemu dengan huruf ب, maka hukum bacaannya disebut iqlab. Cara membacanya adalah bunyi nun mati/ tanwin berubah menjadi bunyi mim ( مْ) Huruf iqlab hanya satu yaitu huruf ب

Contoh bacaan iqlab:

No

Huruf

Nun mati (نْ )

Tanwin (ً ٍ ٌ )

1

ب

مِنْ بَعْدِهِمْ

سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ

4. Ikhfa ( اِخْفَاءٌ)

Ikhfa artinya menyamarkan/menyembunyikan bunyi nun mati atau tanwin. Maksudnya bunyi nun mati/ tanwin dibaca samar-samar antara jelas dan dengung, serta cara membacanya ditahan sejenak. Hukum bacaan disebut ikhfa apabila nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang jumlahnya ada 15 yaitu:

ت ـ ث ـ ج ـ د ـ ذ ـ ز – س ـ ش ـ ص ـ ض ـ ط ـ ظ ـ ف ـ ق ـ ك

Contoh bacaan ikhfa:

No

Huruf

Nun mati (نْ )

Tanwin (ً ٍ ٌ )

1

ت

فَمَنْ تَبِعَ

جَنّتٍ تَجْرِى2

ث

فَمَنْ ثَقُلَتْ

شِهَابٌ ثَاقِبٌ3

ج

اِنْ جَاءَكُمْ

خَلْقٍ جَدِيْدٍ4

د

اَنْدَادًا

دَكًّا دَكًّا5

ذ

مِنْ ذَهَبٍ

نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ6

ز

وَاَنْزَلْنَا

صَعِيْدًا زَلَقًا7

س

أَلإِنْسَانُ

سَلمًا سَلمًا8

ش

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

عَذَابٍ شَدِيْدٍ9

ص

عَنْ صَلاَتِهِمْ

عَمَلاً صَالِحًا10

ض

مَنْضُوْدٍ

مُسْفِرَةٌ ضَاحِكَةٌ11

ط

مِنْ طَيِّبَاتٍ

بَلْدَةٌ طَيٍّبَةٌ12

ظ

مِنْ ظُهُوْرِهِمْ

حُرَّاءً ظَاهِرَةً13

ف

أَنْفُسِهِمْ

مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ14

ق

مِنْ قَبْلِ

رٍزْقًا قَالُوا15

ك

مَنْ كَانَ يَرْجُو

نَاِصيَةٍ كَاذِبَةٍ

B. Hukum bacaan Mim Mati ( مْ )

Hukum mim mati merupakan salah satu dari ilmu tajwid sebagaimana halnya hukum nun mati.

Mim mati atau mim sukun (مْ) apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah maka memiliki tiga hukum bacaan, yaitu ikhfa syafawi, idghom mimi dan idhar syafawi.

1. Ikhfa Syafawi (اِخْفَاء شَفَوِيّ)

Ikhfa Syafawi adalah menyembunyikan atau menyamarkan huruf mim.Hukum bacaan disebut ikhfa syafawi apabila mim mati atau mim sukun bertemu dengan huruf ba ( ب). Adapun cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.

Contoh:

Mim mati bertemu huruf ba’ : وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ

Mim mati bertemu huruf ba’ : تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ

2. Idghom Mimi ( اِدْغَامٌ مِيمِي)

Hukum bacaan disebut idgham mimi apabila mim sukun bertemu dengn mim yang sejenis. Cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasydidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi sering pula disebut idgham mitslain atau idgham mutamatsilain (idgham yang hurufnya serupa atau sejenis)

Contoh:

Mim mati bertemu huruf mim : وَمَا لَهُمْ مِنَ اللهِ

Mim mati bertemu huruf mim : اِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ

3. Idhar Syafawi (اِظْهَارْ شَفَوِيِّ)

Idhar syafawi artinya apabila mim mati bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim dan ba’, maka hukum bacaannya disebut idhar syafawi. Cara membacanya bunyi mim disuarakan dengan terang dan jelas tanpa berdengung di bibir dengan mulut tertutup.

Huruf-huruf idhar syafawi jumlahnya ad 26 huruf, yaitu:

ا ـ ت ـ ث ـ ج ـ ح ـ خ ـ د ـ ذ ـ ر ـ ز ـ س ـ ش ـ ص

 ـ ض ـ ط ـ ظ ـ ع ـ غ ـ ف ـ ق ـ ك ـ ل ـ ن ـ وـ ھ -ي

No

huruf

kalimat

No

Huruf

Kalimat

1

ا

فَلَهُمْ اَجْرٌ14

ض

وَامْضُوا2

ت

جَنتٍ تَجْرِى15

ط

لَهُم طَعَامٌ3

ث

مَاءً ثَجَّاجًا16

ظ

ظَنَنتُمْ ظَنَّ السَّوءِ4

ج

خَلْقٍ جَدِيْدٍ17

ع

وَلَهُمْ عَذَابٌ5

ح

عَلَيْهِمْ حَافِظِيْنَ18

غ

مَاءُكُمْ غَوْرًا6

خ

هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ19

ف

لَهُمْ فِيْهَا7

د

لَهُمْ دَارالاَخِرَةِ20

ق

رَأَوْهُمْ قَالُوْا8

ذ

رَبُّكُمْ ذُوْا رَحْمَةٍ21

ك

اِنَّهُمْ كَانُوا9

ر

اِيْلفِهِمْ رِحْلَةَ22

ل

فَمَا لَهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ10

ز

اَمْ زَيَّنّا السَمَاء23

ن

اَلَمْ نَجْعَلْ11

س

فَوْقَكُمْ سَبْعًا24

و

عَلَيْهِمْ وَلاَهُمْ يَحْزَنُونَ12

ش

هُمْ شَرُّ البَرِيَّةِ25

ھ

اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا13

ص

اِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ26

ي

مَالَم يَعْلَمْ

Home

View web version

Powered by Blogger.

Postingan populer dari blog ini

MUHASABAH DIRI DALAM SEPI

hijrahcinta_ Sendiri sampai sah. ... Ada saat ketika sendiri sebagai status yang indah. Mungkin sendiri adalah cara bermuhasabah. Saat ini kita berada di masa akhir zaman, dimana pola pikir manusia tentang cinta harus melalui tingkatan pacaran dalam mengenal pasangan. Memilih sendiri bukanlah sebuah aib, karena sendiri adalah pilihan baik untuk mendapatkan cinta terbaik. Tetaplah sendiri... Tidak masalah jika manusia tertawa. Bersabarlah, sampai sendiri itu akan menjadi sah. Akan tiba jodoh yang akan menjadikanmu pasangan sah dalam kebaikan. Mereka pun yang tertawa akan mendapatkan jodoh, namun ada yang membedakan, dirimu akan mendapatkan apa yang tidak mereka dapatkan. ... Terima kasih untukmu yang sendiri.  Terima kasih untukmu yang bertahan dalam diam saat di tertawakan. Terima kasih untukmu yang tidak menjual agama demi dunia. ... Bertahanlah dalam kesendirian, sampai sah dan halal menghampiri diam-diam tanpa ada kemaksiatan. ... Untukmu yang sendiri menunggu ...

ALL ABOUT HEART

*"Sembuhkan sakit hatimu maka akan sembuh seluruh badanmu"* Ada  orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis. Benci banget,... Dendam banget,... Nggak suka banget,... Sedih Banget Kecewa banget... Semua itu dianggap serius sampai sakitnya berdampak pada tubuh. Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi.... Dan yang diatasi pun hanya permukannya saja. Diatasi dengan operasi, obat Herbal.. bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak. Tapi akar masalahnya tidak diatasi.. Akar masalahnya adalah  hati yang sakit dan semakin rusak... Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh. Darah tetap dibiarkan asam. Kondisi tubuh asam. Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang. Dendam masih banyak. Kecewa masih berlanjut. Perasaan masih ga enak. Benci masih kuat. *SECARA TIDAK LANGSUNG KITA BUNUH DIRI* Serius? Masa' seh... Ingat Rasululloh Sholallohu 'alayhi wassalam.. p...